Crafting Indentity

74

CRAFTING INDENTITY

Penciptaan karya-karya keramik kontemporer dalam tiga  tahun terakhir ini banyak melakukan korespondensi dengan pengalaman psikoanalitik, memori, sejarah dan narasi sosial-budaya.  Dapat dikatakan—dari kecenderungan itu—bahwa karya keramik kontemporer merepresentasi berbagai  wacana diluar persoalan media dan kompleksitas teknik penciptaanya, dari wacana globalisasi, lokalitas, urban, gender, spiritualitas, dan lain-lain. Penampilan karya keramik kontemporer kian digubah ke dalam berbagai bentuk penataan dan pengulangan derajat ukuran, irama dan ritme tertentu. Kecenderungan tersebut menunjukkan sebuah cara baru perupa keramik dalam memperluas media keramik ke berbagai kemungkinan-kemungkinan format dan teknik penyajian. Karya keramik kontemporer tidak berhenti  menjadi satu konstruk dan selesai.

Tujuan kuratorial Jakarta Contemporary Ceramic Bienalle II melalui tema “Crafting Identity” ini adalah berupaya mewacanakan perihal identitas. Diksi ‘crafting’ mengisyaratkan sebuah proses kerja yang melibatkanaspek keterampilan (craftmanship) yang dimiliki. ‘Crafting Identity’ disini menunjuk pada proses keterampilan menciptakan ‘identity’. Ada berbagai detil menarik yang dapat diamati pada proses menggubah tanah liat menjadi berbagai bentuk di satu sisi, dan pada sisi lain penggubahan itu juga menunjukkan berbagai orientasi seni. Tema “Crafting Identity” menjadi upaya untuk menegaskan tumbuh dan berkembangnya berbagai identitas-identitas baru disebabkan praktik penciptaanya yang tak terbatas—sebagaimana ‘nature’ penciptaan karya seni yang selalu menciptakan perbedaan—maka keramik seni juga menghasilkan perbedaan-perbedaan. Oleh sebab itu—dalam wacana ini—keramik dilihat sebagai sebuah objek budaya yang lahir dari berbagai cara mengadanya.

Menimbang gejala korespondensi—sebagaimana yang disampaikan di atas, juga dari pembacaan atas gejala transformasi ide, bentuk dan teknik—dari yang semula objek keramik sebagai entitas monomaterial menuju polimaterial—maka Jakarta Contemporary Ceramic Bienalle II ini sampai pada misi Bienal ini yaitu memperlihatkan berbagai isu mengenai wacana identitas malalui media keramikyang terbentang dari: Identitas dan kaitannya dengan wacana spiritualitas, wacanatubuh dan gender, wacana seni dan memori, budaya konsumsi, relasiproduksi dalam budaya kerja, referensi sejarah, kondisiposkolonialitas, pengalaman diaspora, lokalitas dan globalitas, dan pengalaman urbanitas/industrial.

 

Sujud Dartanto

 

sumber: Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shop By Category

WhatsApp chat